Tampilkan postingan dengan label fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fauna. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Agustus 2009

Kepulauan Derawan, Pulau-Pulau Eksotis di Kalimantan Timur




Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di kepulauan ini terdapat sejumlah obyek wisata bahari menawan, salah satunya Taman Bawah Laut yang diminati wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia.
Kepulauan Derawan memiliki tiga kecamatan yaitu, Pulau Derawan, Maratua, dan Biduk Biduk, Berau.
Sedikitnya ada empat pulau yang terkenal di kepulauan tersebut, yakni Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki, dan Kakaban yang ditinggali satwa langka penyu hijau dan penyu sisik.
Secara geografis, terletak di semenanjung utara perairan laut Kabupaten Berau yang terdiri dari beberapa pulau yaitu Pulau Panjang, Pulau Raburabu, Pulau Samama, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Nabuko, Pulau Maratua dan Pulau Derawan serta beberapa gosong karang seperti gosong Muaras, gosong Pinaka, gosong Buliulin, gosong Masimbung, dan gosong Tababinga.
Di Kepulauan Derawan terdapat beberapa ekosistem pesisir dan pulau kecil yang sangat penting yaitu terumbu karang, padang lamun dan hutan bakau (hutan mangrove). Selain itu banyak spesies yang dilindungi berada di Kepulauan Derawan seperti penyu hijau, penyu sisik, paus, lumba-lumba, kima, ketam kelapa, duyung, ikan barakuda dan beberapa spesies lainnya.


PULAU DERAWAN













PULAU KAKABAN


Pernah melihat danau di tengah laut? Kalau belum, pergilah ke Pulau Kakaban. Di sini ada air laut yang terperangkap, sejak 19 ribu tahun sebelum Masehi. Jadi, sekarang umurnya 21 ribu tahun lebih. Jadi ini merupakan danau prasejarah yaitu zaman peralihan Holosin. Luasnya sekitar lima kilometer, berdinding karang terjal setinggi 50 meter, yang mengakibatkan air laut yang terperangkap tidak lagi bisa keluar, menjadi danau. Karena perubahan dan evolusi yang cukup lama, air danau ini kemudian menjadi lebih tawar dibandingkan laut yang ada di sekitarnya.
Di dunia, tempat seperti ini hanya dijumpai di Palau, Kepulauan Micronesia di kawasan Tenggara Laut Pasifik. Dengan demikian Pulau Kakaban merupakan satu-satunya pulau di Indonesia yang mempunyai danau di tengahnya.
Pulau Kakaban dalam bahasa daerah adalah pulau yang "memeluk"'. Jadi Pulau Kakaban artinya "sebuah pulau yang memeluk danau", termasuk di dalamnya adalah flora dan faunanya yang penuh keunikan.








HABITAT PENYU


Kepulauan Derawan di Kalimantan Timur adalah habitat penyu hijau terbesar di Asia Tenggara. Tapi kini jumlah populasi penyu hijau di kawasan ini menurun tajam. Ada berbagai faktor yang menyebabkan turunnya populasi penyu hijau. Tekanan habitat yang terus terjadi akibat semakin banyaknya hunian penduduk sebagai salah satu sebab turunnya populasi penyu hijau. Tapi yang faktor yang paling dominan ada eksploitasi daging dan telur penyu secara berlebihan. Mampukah hewan purba ini bertahan dan tetap lestari di tengah kepungan berbagai kepentingan?








DANAU UBUR-UBUR


Kepulauan Derawan adalah salah satu pusat keanekaragaman hayati terkaya di Indonesia. Aneka satwa yang langka dan unik hidup di kawasan ini. Salah satunya adalah ubur-ubur. Akibat proses alam yang telah berlangsung ribuan tahun lalu, umumnya ubur-ubur yang hidup di kawasan ini kehilangan daya sengat
Ubur-ubur yang ada, karena terbatasnya makanan, akhirnya beradaptasi dengan melakukan simbiose mutualistis dengan algae. Algae adalah penghasil makanan dan harus memasak makanan dengan bantuan sinar matahari. Selama ribuan tahun danau di tengah laut ini tentu saja menciptakan suatu ekosistem tersendiri yang sangat unik. Danau unik ini memiliki empat jenis ubur-ubur, salah satunya adalah ubur-ubur jenis Cassiopea..









KE INDAHAN BAWA LAUT








Di Kutip dari berbagai Forum/Blog

Kamis, 02 Juli 2009

Daftar 10 Hewan Unik...

Liputan6.com, Amerika Serikat: Makhluk hidup di dunia sangatlah beragam. Tuhan dengan sangat sempurna menciptakan semua makhluk hidup dengan karakteristik unik masing-masing. Di antara yang unik tersebut, terdapat beberapa makhluk yang benar-benar unik. Berikut adalah daftar sepuluh hewan unik dunia 2009 versi situs MSNBC:

1. Hewan Gabungan Burung, Reptil, dan Mamalia

Mungkin Anda sudah mengenali hewan unik yang satu ini. Hewan bernama platypus ini memiliki beberapa keunikan seperti memiliki moncong bebek, kaki berselaput, dan bertelur seperti reptil. Satu keanehan yang mungkin belum banyak orang tahu adalah platypus jantan dapat menyalurkan racun dari sejumlah bagian di tungkai kakinya.

2. Mata Cumi-Cumi Sebesar Piring Makan

Sejumlah ilmuwan memancing seekor cumi-cumi raksasa (colossal squid) di perairan Selandia Baru pada tahun 2008. Mereka menemukan fakta bahwa mata hewan laut tersebut berukuran sebesar piring makan. Ini menjadikan mata cumi-cumi raksasa sebagai mata hewan terbesar di dunia. Colossal squids dapat tumbuh hingga sebesar 46 kaki dan mempunyai tentakel yang dilengkapi dengan pengisap dan pengait. Para ilmuwan meyakini hewan agresif ini mampu menyelam hingga kedalaman 6.500 kaki.

3. Primata Berjari Tengah Ekstra Panjang

Hewan bernama aye-aye ini memiliki ciri mata besar, telinga mirip kelelawar, dan berjari tengah ekstra panjang. Jari tengah ini digunakan primata tersebut untuk mencungkil makanan dari celah-celah pohon. Sejumlah ilmuwan asal Duke University di Amerika Serikat mengatakan aye-aye dapat dijadikan petunjuk untuk menguak misteri evolusi visi warna pada makhluk hidup.

4. Tikus Tanah Bermoncong Bintang

Tikus tanah bermoncong bintang? Dari namanya saja sudah menunjukkan keunikan dari hewan tersebut. Dengan 22 tentakel mini di moncong bintangnya, tikus tanah ini mampu mendeteksi dan mencerna makanan lebih cepat dari kedipan mata manusia. Ya, sangat cepat. Hanya sepersekian detik. Hewan menakjubkan ini tinggal di rawa-rawa dan daerah basah lain di sekitar wilayah pantai timur Amerika Utara.

5. Hewan Evolusioner Dunia

Selain dapat tidur dalam tanah bertahun-tahun tanpa air dan makanan, katak bawah tanah asal Meksiko ini memiliki keunikan lain. Program konservasi global bernama EDGE of Existence mengklasifikasikan hewan ini sebagai hewan evolusioner dunia. Pasalnya, hewan ini hampir tidak memiliki hubungan kemiripan genetik dengan makhluk hidup apa pun di dunia.

6. Kepiting “Yeti”

Anda tahu hewan bernama yeti? Hewan raksasa legenda masyarakat Nepal dan Tibet ini disebut-sebut menghuni salah satu wilayah pegunungan tertinggi di dunia, Himalaya. Diambil dari nama yang sama, hewan yang diberi nama resmi Kiwa hirsute pada 2005 ini memiliki bulu halus berwarna kuning di kedua capitnya. Ilmuwan menduga capit tersebut digunakan untuk mendeteksi makanan dan mencari pasangan.

7. Paus “Unicorn”

Dari puluhan spesies paus di dunia, terdapat satu jenis paus berkarakteristik unik bernama paus unicorn. Paus ini memiliki gigi mencuat layaknya tanduk unicorn, hewan mistis dunia khayalan. Hewan berbobot sekitar 2.200 hingga 3.500 pon ini memiliki tanduk sepanjang delapan kaki yang mencuat dari sisi kiri rahang bagian atas. Belum lama ini, sejumlah ilmuwan mengetahui tanduk tersebut dilengkapi sejumlah sel saraf super sensitif yang diduga kuat berfungsi mengetahui kadar garam dalam air dan untuk mencari makan.

8. Kelelawar Berkaki Pengisap

Ilmuwan telah menemukan spesies kelelawar baru bernama Myzopoda schliemanni di Kepulauan Madagaskar, pada tahun 2007. Hewan berkaki pengisap yang mampu menempel pada pohon berdaun lebar seperti pohon palem ini berkerabat dekat dengan Myzopoda aurita yang hidup di daerah lembab. Ilmuwan terkejut dengan kemampuan hewan ini karena ia mampu hidup di daerah kering seperti benua Afrika. Padahal, wilayah hutan perawan di benua tersebut hanya tersisa delapan persen.

9. Mickey Mouse padang pasir

Sejumlah ahli biologi mengeluarkan rekaman video seekor hewan pengerat unik bernama long-eared jerboa pada 2007. Hewan yang kerap disebut Mickey Mouse padang pasir ini memiliki telinga yang lebih besar dari kepalanya dan kaki yang mampu melompat seperti kanguru. The International Union for Conservation of Nature kini menetapkan status terancam punah pada hewan ini. Salah ancaman nyata atas long-eared jerboa adalah kucing lokal.

10. Sincan?

Crayon Sincan? Nohara Shinnosuke? Anda mungkin mengira nama tersebut adalah nama salah satu tokoh kartun Jepang yang cukup terkenal. Namun sincan di sini adalah singkatan dari singa-macan atau disebut juga lion-tiger (ligers). Selama beberapa dekade silam, para ilmuwan biologi kerap melakukan sejumlah perkawinan silang antarbinatang seperti sincan. Pada 2004, hewan tersebut ikut tampil menemani aktor Jon Heder dalam film berjudul Napoleon Dynamite. Selain sincan, terdapat beberapa hewan persilangan lain seperti persilangan paus pembunuh-lumba-lumba dan beruang grizzly-beruang kutub.(ANS)

http://shodiq.com/2009/07/02/daftar-sepuluh-hewan-unik-dunia-2009/

Jumat, 26 Juni 2009

Sea Dragon, Unik dan Langka

Mendengar nama binatang ini yang terbesit di otak kita adalah binatang yang mengerikan. Bagaimana tidak, dari namanya saja telah menampilkan sosok 'ganas', 'seram' dan 'sangar'. Ya, sea dragon atau naga laut. Binatang unik yang sungguh luar biasa ini hanya ditemui di lautan Australia.

Jika kita melihat sosok tubuhnya, maka tidak salah bila binatang ini menyandang nama sea dragon. Namun, jangan salah sangka. Justru binatang ini termasuk binatang lemah. Ini disebabkan ukuran tubuhnya yang kecil dan rentan lembut. Panjang tubuhnya antara 35-45 cm.
Jika melihat sosok tubuhnya, kita pasti menduga bahwa sea dragon termasuk kuda laut. Tetapi sea dragon bukanlah kuda laut Mengapa sea dragon berbeda dengan kuda laut? Ada tiga hal yang membedakannya. Yang pertama bentuk tubuhnya yang ekstrim. weedy sea dragon (Phyllopteryx taeniolatus) dan leafy sea dragon (Phycodurus eques) dapat dikenali secara baik dari bentuk tubuhnya yang unik. Yang kedua adalah sea dragon tidak memiliki 'kantong khusus' seperti kuda laut. Seperti yang kita ketahui, kuda laut memiliki kantong khusu ini untuk membesarkan dan memelihara anaknya, seperti kanguru. Yang ketiga, sea dragon tidak seperti kuda laut yang ekor kuda laut ini selalu menggantung di tanaman laut agar tidak terbawa arus.
Ada dua jenis sea dragon, weedy sea dragon (naga laut berbentuk rumput laut) dan leafy sea dragon (naga laut berbentuk daun).leafy sea dragon memiliki panjang maksimal 35 cm, adapun weedy sea dragon panjang maksimalnya 45 cm.

DESKRIPSI
Kedua sea dragon ini memiliki tubuh yang lonjong dan panjang, matanya yang dapat bergerak bebas dan mereka tidak memiliki gigi atau perut. Leafy sea dragon mudah sekali dikenali karena bentuk tubuhnya yang seperti dedaunan. Dan bentuk tubuh ini sebagai pelindung tubuh mereka dari pemangsa karena dapat berkamuflase dengan dedaunan tanaman laut. Warna dari leafy sea dragon biasanya hijau keemasan dan oranye dengan Dan leafy sea dragon lebih mudah dikenal daripada weedy sea dragon karena bentuk tubuhnya yang banyak 'rumbai-rumbai'.
Weedy sea dragon bentuk tubuhnya juga lonjong dan memanjang dan warna khas biru terdapat di bagian atas tubuhnya.

LOKASI DAN HABITAT
Leafy sea dragon dapat ditemui di bagian Selatan Australia di sepanjang pantai antara pulau Rottnest di bagian Barat dan pulau kanguru di sebelah Timurnya. Adapun weedy sea dragon dapat ditemui di tempat yang sama dan lebih ke Timur dari Negara bagian New South wales. Mereka suka berada di daerah di mana banyak terdapat tumbuhan laut yang dilindungi oleh koral-koral dan daerah dekat pantai yang mengalami pasang surut dengan banyak rumput lautnya.

POLA MAKAN
Kedua sea dragon ini memangsa binatang crustacean seperti udang-udang kecil. Bayi sea dragon yang baru lahir memangsa "zooplankton" seperti copepods and rotifers hingga mereka dewasa dan memangsa crustacean.

POLA PERKAWINAN DAN REPRODUKSI
Dalam 'kasih saying ' terhadap bayi-bayinya, jantan sea dragon seperti kuda laut. Mereka membawa telur-telur sebanyak kira-kira 250 butir telur dari sang betina. Telur-telur mereka yang berwarna pink muda dibawa oleh ekor sang jantan dan menjadi tempat pengeraman telur-telur ini selama 6 hingga 8 minggu.
Sungguh mereka ini adalah binatang yang luar biasa. Dan sungguh bertasbihlah kepada Allah yang menciptakan makhluk ini. Subhanallah!

Sumber:http://ahaeureka.blogspot.com/2007/12/aha-eureka-sea-dragon-unik-dan-langka.html

Ulat, Ular dan Puasa Kita

Marhaban ya Ramadhan, selamat berpuasa semua!

Artikel kali ini akan membahas sejauh mana kita berpuasa selama bulan Ramadhan agar nanti pada tanggal 1 Syawal kita menjelma menjadi manusia yang suci kembali.

Allah telah menciptakan alam ini sebagai bahan pembelajaran bagi manusia. Kita dapat membaca ayat Al Qur'an bagaimana manusia belajar pada burung gagak untuk menguburkan mayat. Ini terjadi ketika Qabil membunuh saudaranya Habil dan ia bingung dicampur menyesal luar biasa membawa-bawa mayat saudaranya, Habil. Allah mengutus 2 burung gagak yang saling berkelahi dan salah satunya mati kemudian yang lainnya menguburkan mayat di depan Qabil. Saat itu Qabil baru tahu bagaimana menguburkan mayat.

Kini mari kita belajar tentang puasa dari binatang lain: ulat dan ular.

Ulat, seekor binatang yang begitu lemah dan terkadang menjijikan di mata kita. Tubuh yang tidak punya tulang dengan bentuk tubuh yang ketika bergerak menggeliat-geliat, ternyata menjadi cermin hebat bagi kita umat Islam yan berpuasa setahun sekali di bulan Ramadhan. Ulat selama hidupnya hanya sekali berpuasa, tetapi ia menjadi contoh sempurna untuk tingkatan kita berpuasa.

Seperti yang kita ketahui bagaimana ulat berubah menjadi kupu-kupu dalam proses yang disebut metamorphosis. Dalam proses ini, ulat berpuasa: tidak makan dan minum, apalagi berhubungan seksual.



Seperti yang sering dikutip para ustadz dan ulama, tingkatan puasa dibagi tiga menurut Imam Ghazali yaitu:
1. Puasa orang awam
2. Puasa orang khusus
3. Puasa khusus dari khusus

Untuk tingkatan pertama, Imam Ghazali menyatakan bahwa puasa pada tingkatan ini hanya menahan lapar, haus dan hasrat seksual. Jika bercermin pada seekor ulat dalam proses metamorphosis maka puasa yang demikian setara dengan puasanya seekor ulat. Jadi jika selama ini kita berpuasa hanya sekedar menahan lapar, haus dan hasrat seksual ternyata kita tidak jauh berbeda seperti seekor ulat.

Hanya saja ulat berpuasa menjelma jadi makhluk yang indah, sedap dipandang, bermanfaat dan terkadang menjadi bahan komoditi mahal bagi penggemar kolektor kupu-kupu langkah. Sementara kita yang puasa sekedar menahan lapar, has dan hasrat seksual tetaplah menjadi manusia biasa saja bahkan berstatus rugi di akhirat kelak.

Tingkatan puasa yang kedua yaitu puasa tidak sekedar menahan lapar, haus dan hasrat seksual tetapi juga menahan seluruh indra dan anggota tubuh terhadap hal-hal yang merusak nilai puasa, seperti melihat gambar, foto atau wujud asli dari lekuk tubuh lawan jenis (terutama wanita), atau menggunakan lidah untuk menggunjingkan orang lain, atau telinga untuk mendengar berita-berita gosip tentang kehidupan pribadi seseorang. Jika seseorang mampu berpuasa akan hal-hal seperti di atas maka ia telah berhasil masuk ke dalam tingkatan puasa khusus. Sebuah tingkatan satu tingkat lebih baik daripada seekor ulat.

Kupu-Kupu sebagai contoh orang yang berpuasa menjadi takwa

Jika kita mampu berpuasa pada tingkatan ini maka kita telah terhindar dari sabda Nabi yaitu:
“Beberapa orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus”
Artinya hadits di atas memang mengenai tingkatan puasa pertama. Jika puasa tingkatan pertama untuk anak-anak maka inilah bentuk latihan kita sebagai belajar dari seekor ulat, tetapi ini tidaklah wajar bagi yang sudah akhil baligh dan secara fisik dan mental sudah kuat dari sekedar menahan lapar dan haus.

Tingkatan ketiga dari puasa yang dijelaskan oleh Imam Ghazali adalah puasa khusus dari khusus. Inila puasa para nabi dan puasa orang-orang yang sudah sangat terlatih. Apa yang dimaksud sudah terlatih? Tentu puasa pada tingkatan ini menahan lapar, haus dan hasrat seksual sudah sangat terlatih dan juga demikian halnyadengan hawa nafsu pada inderanya.

Puasa pada tingkatan ketiga ini lebih jauh dari di atas tadi. Ia adalah puasa hati.
Apa yang dimaksud dengan puasa hati ini?
Ia adalah puasa tidak hanya menahan lidah, mata, telinga, tangan, kaki, perut dan di bawah perut dari hal-hal yang merusak puasa tetapi juga menahan hatinya dari hal-hal yang merusak hati.

Yang dimaksud adalah tidak ada lagi sedikitpun dalam hatinya ada rasa dengki, iri, sombong, bahkan bisikan-bisikan rasa menilai orang lain rendah dari pada dirinya.
Contoh yang mudah adalah seseorang merasa turut bahagia terhadap rekan kerjanya yang merupakan saingannya dalam merainh posisi di suatu perusahaan karena teman kerjanya mendapatkan promosi jabatan yang seharusnya ia juga mendapatkan hal yang sama.

Hatinya tidak sedikitpun terlintas rasa kesal, dengki atau menyesal. Ia bersyukur terhadap nikmat yang Allah anugerahi terhadap rekan kerjanya tadi dan ia tetap bekerja seperti biasa, seolah-olah tidak ada sesuatu hal yang berbeda pada lingkungan kerjanya, meski rekan kerjaya tadi telah menjadi atasannya yang baru.
Bagi para sufi, jika hati seseorang masih terbesit sedikit rasa dengki dan ia dalam keadaan berpuasa maka nilai puasanya dianggap tidak sempurna bahkan dianggap telah batal secara spiritual, tidak secara jasmani.

Jika kita berpuasa dan sengaja makan dan minum maka puasa kita batal secara jasmni dan spiritual, tetapi pada puasa pada tingkatan ketiga ini hanya batal secara spiritual saja. Demikian menurut sufi yang memang sangat menjaga hati. Mengapa demikian?

Karena puasa adalah ibadah rahasia, ibadah yang tidak tampak, tidak hanya ketidaktampakkannya pada apakah seseorang itu berpuasa atau tidak tetpai pada ketidaktampakkan gerak-gerik hati manusia.

Itulah mengapa Allah mengatakan bahwa puasa itu ibadah untuk-Nya, dan Allah yang akan membalasnya sesuai kerahasiaan puasa tersebut.

Kembali pada puasa hati tadi. Inilah sinyal yang disampaikan oleh Rasulullah bahwa pada bulan Ramdahan setan-setan terbelenggu karena ia terbelenggu oleh benteng yang kokoh pada puasa hati. Segala bisikan setan yangmerusak hati mampu disingkirkan oleh orang yan berpuasa pada tingkatan ketiga ini. Tidak hanya itu saja, puasa pada tingkatan ketig ini juga puasa hati dari segala hal duniawi yang merusak pada zikir kepada Allah.

Oleh karenannya, Nabi menyarankan pada bulan Ramadhan umat Islam lebih banyak di masjid untuk beritikaf dalam rangka latihan menuju puasa tingkatan ketiga ini. Pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan Nabi sama sekali tidak pulang ke rumah. Beliau beri’tikaf secara rutin dan ketat di dalam masjid. Ini semua untuk memberi contoh kepada umatnya bagaimana kit agar meraih puasa ini tidak hanya pada tingkatan pertam dan kedua tetapi lebih dari itu.

Jika seekor ulat mampu puasa dan “beri’tikaf” di dalam kepompongnya dan pada masa akhir “bulan Ramadhannya” ia menjadi makhluk “suci” yang baru yaitu kupu-kupu, maka kita melakukan seperti yang dicontohkan oleh Nabi maka kita menjelma lebih dari seekor kupu-kupu.

Puasa hati, I’tikaf dan berzikir selama di bulan Ramadhan maka kita menjadi manusia “baru” pada 1 Syawal untuk menuju ke bulan Ramadhan berikutnya, kalau kita memang masih diberi hidup oleh Allah.

Sekarang mari kita melihat disekeliling kita. Mengapa Indonesia yang mayoritas umat Islam banyak di antara mereka berpuasa di bulan Ramadhan tetapi fakta yang ada negara ini jauh dari harapan Nabi yaitu mereka menjelma menjadi manusia-manusia yang bermanfaat seperti kupu-kupu?

Boleh jadi karena mereka berpuasa seperti seekor ular. Tahukah anda bagaiamana puasa seekor ular? Ular juga berpuasa, dan tidak hanya ulat atau ular bahkan di banyak binatang di dunia ini juga berpuasa dengan cara yang berlainan satu sama lain.
Ular berpuasa pada saat ia dalam proses pergantian kulit. Seperti yang kita ketahui seekor ular jika makan mangsanya maka ia akan menelan bulat-bulat mangsanya tersebut meski mangsanya lebih besar dari mulut dan tubuhnya. Elastisitas tubuh dan kulitnya ini memampukan seekor ular melakukan hal demikian. Tetapi tidak pada saat ia sedang dalam proses pergantian kulit.


Ia tidak akan memangsa seekor tikus yang berlalu di depan matanya karena ular tahu jika ia memangsanya pada saat proses pergantian kulit belum selesai maka sama saja membunuh diri sendiri. Kulit yang baru akan rusak sementara kulit yang lama sudah “kadaluwarsa” jika ia tetap mencaoba memangsa tikus tersebut.

Maka dengan segala kesabarannya ular tersebut berpuasa dan membiarkan tikus tadi berlalu begitu saja meski ia dalam proses yang berat dan membutuhkan energi yang besar dalam pergantian kulit. Tetapi tahukah Anda apa yangterjadi ketika proses pergantian kulit tadi telah selesai?

Ular tersebut menjadi sangat buas dan ia mencari ke sana –sini tikus tadi. Rasa lapar, kehilangan energi dan rasa “gemas” karena seekor mangsa yang lezat berlalu begitu saja membuat ular tadi begitu “beringas” dari sebelumnya.

Jika kita manusia berpuasa seperti puasanya ular ini maka selepas Ramadhan kita menjelma menjadi manusia-manusia yang tidak hanya makan nasi dan lauk-pauk yang lezat tetapi juga “makan” gelondongan kayu, minyak, batu bara, dan jabatan.

Ular mampu menelan bulat-bulat mangsanya meski mulut dan perutnya lebih lecil dari pada mangsanya. Demikian pula manusia. Ia juga “buas” mampu “menelan” bulat-bulat korupsi “makan” uang, harta dan jabatan yang semuanya secara jasmani tidak mungkin ditelan oleh mulut dan perutnya.

Jika seekor ulat yang lemah mampu berpuasa dan berubah menjadi seekor kupu-kupu yang indah adalah tidak pantas kita yang kuat mampu mengakat benda 1 kg tidak berpuasa. Jika kita tidak berpuasa maka kita lebih rendah derajat kita dari seekor binatang: ulat.

Tetapi jika kita berpuasa dan tidak merubah diri kita lebih baik dan berpuasa seperti seekor ular maka sama saja kita berpuasa dan memakai baju baru pada hari Idul Fitri tetapi sifat "buas" masih tersimpan dalam diri kita. Kita tidak jauh beda dari seekor ular.


Surga dan orang bertakwa sama halnya taman bunga dan kupu-kupu

Jadi berpuasa yang manakah kita selama ini? Seekor ulat atau satu atau dua tingkat lebih baik dari ulat atau berpuasa seperti seekor ular? Ah, itu semua kembali kepada kita apakah kita menyambut panggilan mesra dari Allah: ‘Hai orang-orang yang beriman”, berpuasalah agar menjadi seekor “kupu-kupu” indah di taman surga Allah di akhirat kelak (orang bertakwa).

Bagaimana pendapat Anda?

Sumber:http://ahaeureka.blogspot.com/2008/09/ulat-ular-dan-puasa-kita.html

ular berkepala dua

This is a rare two headed snake found by a farmer in a village in Alicante, Spain. The chances of a two headed snake surviving in the wild is very slim as both would often fight over which head will swallow the prey as well as difficulty in deciding which direction to go.


This is a rare two headed snake found by a farmer in a village in Alicante, Spain. The chances of a two headed snake surviving in the wild is very slim as both would often fight over which head will swallow the prey as well as difficulty in deciding which direction to go.


Sumber:http://www.worldamazinginformation.com/2008/11/two-headed-snake-amazing-nature.html