Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juli 2009

Lembu Suana (Tunggangan Sang Raja)

Lembu Suana


Berbelalai tapi bukan gajah, bersayap tapi bukan burung, bersisik tapi bukan ikan, berjengger tapi bukan ayam ... Makhluk apakah itu ?

"Lembu Suana" merupakan lambang atau simbol atau maskot Kabupaten Kutai Kartanegara.

Lembu Suana adalah wahana Batara Guru yang disebut dalam falsafah :"Paksi leman gangga yakso" yang berarti: lembu bermahkota namun bukan raja, berbelalai namun bukan gajah, bersisik namun bukan naga, bersayap namun bukan burung, bertaji namun bukan ayam, bermuka raksasa namun bukan raksasa, bertanduk namun bukan sapi. Filosofi itu bermakna, bahwa seorang seyogyanya memiliki sifat-sifat mulia pengayom rakyat.


Lembu Suana, penduduk setempat percaya bahwa makhluk ini merupakan 'kendaraan spiritual' raja Mulawarman, yang merupakan raja kutai pada zaman kejayaan Hindu.

Sejarah Kerajaan Hindu I di Indonesia

Kemasyuran Kerajaan Kutai Kartanegara pernah setara dengan Majapihit dan Mataram. Namun akhirnya pameo usang: tiada yang abadi di dunia ini akhirnya terjadi pula pada kerajaan Hindu yang berpusat di Kaltim itu. Setelah berjaya hampir 13 abad sejak Kudungga, raja pertama, dengan puncak keemasan di era Mulawarman -- raja ke-3 -- Kutai Kartanegara akhirnya perlahan redup.

Pada saat mulai redupnya Kerajaan Kutai Kartanegara Mulawarman berpusat di Muara Kaman, pada abad ke-13 berdiri pula kerajaan baru bercorak Hindu Jawa di hilir Sungai Mahakam. Namanya Kutai Kartanegara Kertanegara dengan raja pertama Aji Batara Agung Dewa Sakti. Seiring dengan perjalanan waktu, sebagaimana kisah raja-raja Nusantara lainnya, terjadi saling serang dan saling takluk.


http://ipay76.blogspot.com/2009/03/lembu-suana-tunggangan-sang-raja.html



Senin, 29 Juni 2009

balikpapan ku tercinta

KOTA BALIKPAPAN dan POTENSI WISATANYA

Kota Balikpapan adalah salah satu kota di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 946 km² dan berpenduduk sebanyak 535.829 jiwa (20 April 2005). Motto kota Balikpapan yaitu "Gawi Manuntung Waja Sampai Kaputing" (bahasa Banjar) yang artinya adalah apabila memulai suatu pekerjaan harus sampai selesai pelaksanaannya. Logo dari kota yang sering dijuluki "Kota Minyak" (Banua Patra) ini adalah Beruang Madu, binatang khas kota Balikpapan yang sekarang sudah mulai punah.


Kesan pertama ketika melihat Balikpapan pertama kali adalah kota yang hidup. Sepanjang jalan terasa mulus dan tertata. Jalan dari Bandara ke kota yang dapat dicapai kendaraan dalam waktu sekitar 20 menit, berada sejajar pantai dan dipisahkan pemukiman,perkantoran dan pertokoan yang tipis. Sekali-sekali terlihat pantai dan kapal berlayar.

Hotel berbintang bertebaran, angkutan kota banyak sehingga ada satu atau dua penumpang masuk sudah langsung berjalan. Pengemudinya kalem, tak ada rasa tergesa-gesa mencari setoran. Sopir taksi ke dan dari hotel nampak ekonomi keluarganya cukup. Harga makanan termasuk tinggi dibanding di wilayah Solo. Bandaranya sibuk, konon nomor tiga tersibuk setelah Jakarta dan surabaya, nampaknya banyak orang hidup dari minyak.

Kota Balikpapan adalah salah satu kota di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 946 km² dan berpenduduk sebanyak 535.829 jiwa (20 April 2005). Motto kota Balikpapan yaitu “Gawi Manuntung Waja Sampai Kaputing” (bahasa Banjar) yang artinya adalah ‘apabila memulai suatu pekerjaan harus sampai selesai pelaksanaannya’.



Hikayat populer mengenai asal-usul nama Balikpapan

Ada beberapa hikayat populer yang menceritakan asal usul kota ini yang berada di pesisir timur Kalimantan ini.

  • Adanya 10 Keping papan yang kembali ke Jenebora dari 1.000 keping yang diminta oleh Sultan Kutai sebagai sumbangan bahan bangunan untuk Pembangunan Istana Baru Kutai Lama. Ke sepuluh papan yang balik tersebut disebut oleh orang Kutai Balikpapan Tu. Sehingga wilayah sepanjang Teluk Balikpapan tersebut, tepatnya di Jenebora disebut Balikpapan.
  • Suku Pasir Balik (Suku Asli Balikpapan) adalah keturunan kakek dan nenek bernama Kayun Kuleng dan Papan Ayun. Sehingga daerah sepanjang teluk Balikpapan oleh keturunannya disebut Kuleng - Papan atau artinya Balikpapan (dalam bahasa Pasir, Kuleng artinya Balik)
  • Dalam legenda lain juga disebutkan asal usul Kota Balikpapan, yaitu dari seorang putri yang dilepas oleh ayahnya seorang raja yang tidak ingin putrinya tersebut jatuh ketangan musuh. Sang putri yang masih balita diikat diatas beberapa keping papan dalam keadaan terbaring. Karena terbawa arus dan diterpa gelombang, papan tersebut terbalik. Ketika papan tersebut terdampar ditepi pantai ditemukan oleh seorang nelayan dan begitu dibalik ternyata terdapat seorang putri yang masih dalam keadaan terikat. Konon putri tersebut bernama Putri Petung yang berasal dari Kerajaan Pasir. Sehingga daerah tempat ditemukannya putri tersebut dinamakan Balikpapan.
  • Hari jadi kota Balikpapan ditentukan pada tanggal 10 Februari 1897. Penetapan tanggal ini merupakan Seminar Sejarah Kota Balikpapan pada tanggal 1 Desember 1984. Tanggal 10 Februari 1897 ini adalah tanggal Pemboran pertama minyak di Balikpapan yang dilakukan oleh perusahaan Mathilda sebagai realisasi dari pasal-pasal kerjasama antara J.H. Menten dengan Mr. Adams dari Firma Samuel dan Co.


Tempat Wisata Indah di Balikpapan

Wisata menjadi kebutuhan yang tak terpisahkan dari manusia dan bagi yang akan berkunjung ke Balikpapan berikut adalah tempat-tempat wisata yang dapat dikunjungi di Balikpapan, yaitu:

1. Penangkaran Buaya

Penangkaran Buaya ini terletak di Kelurahan Teritip dengan luas areal 5 ha. Jumlah buaya yang ada di penangkaran iniberjumlah ± 3.000 ekor yang terdiri dari tiga macam jenis, yaitu Buaya Muara, Buaya Supit dan Buaya Air Tawar.Tempat ini terbuka untuk umum setiap hari dari pukul 08.00 - 17.00. Lokasi ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat, juga dengan kendaraan umum yaitu angkutan kota No. 7 dengan jarak ± 27 km dari pusat kota Balikpapan.


2. Meriam Peninggalan Jepang


Meriam peninggalan Tentara Jepang ini berada di kawasan Asrama B
ukit, Kelurahan kampung Baru Ilir (sidodadi) dengan jarak ± 8 km dari pusat kota. Meriam ini menggambarkan bahwa balikpapan pada saat Perang Dunia II merupakan tempat yang startegis untuk pertahanan. tempat ini memiliki areal seluas 2.500

m2. Dari tempat ini dapat dilihat pemandangan kota Balikpapan, Kilnag Minyak dan teluk Balikpapan. Lokasi ini dapat dicapai dengan menggunakan angkutan kota No. 5 dan No. 6.

3. Kilang Minyak Balikpapan
Kilang minyak Balikpapan terletak di tepi Teluk Balikpapan, meliputi areal

seluas 2.5 km2 . Kilang ini terdiri dari unit Kilang Balikpapan 1 dan unit Kilang Balikpapan II.

Kilang Balikpapan 1 dibangun sejak tahun 1922 dan dibangun kembali pada tahun 1948 dan mulaiberoperasi tahun 1950. Sedangkan Kilang Balikpapan II dibangun tahun 1980 dan resmi beroperasi 1 Nopember 1983. Tugas Kilang Balikpapan mengolah minyak mentah menjadi produk-produk yang siap dipasarkan, yaitu BBM dan Non BBM. yang memenuhi kebutuhan dalam negeri khususnya kawasan Timur Indonesia. Lokasi kilang terletak di Jl. Minyak yang berhadapan langsung dengan teluk Balikpapan.


4. Monumen Perjuangan Rakyat

Monumen ini terletak di pusat kota tepatnya di Jl. Jenderal Sudirman persis didepan kantor Markas KODAM VI Tanjung Pura. Monumen ini menggambarkan perjuangan dan keberanian rakyat Indonesia dalam melawan bangsa penjajah.


5. Wanawisata KM 10

Taman ini terletak di Km. 10 Jl. Soekarno Hatta ± 15 menit naik kendaraan dari pusat kota Balikpapan. Tempat ini adalahtaman Arboretum yang dibangun oleh PT. Inhutani I Unit Balikpapan. Di dalam taman ini ditanam berbagai jenis pohon dan buah-buahan langka, juga terdapat penangkaran Rusa Sambar (Servus Unicolor) dan trek-trek (jalur) untuk berolahraga joging serta areal camping di alam terbuka dengan lingkungan yang asri. Taman wisata ini dibuka setiap hari dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua ataupun roda empat, juga tersedia angkutan kota trayek nomor 8 dengan tarif Rp. 1.200,-



6. Taman Bakapai

Taman ini terletak di Jl. Jend. Sudirman di depan kantor PLN. Di tengah taman terdapat sebuah patung / monumen yang terbuat dari bahan stainles steel yang menggambarkan keluarnya semburan minyak dari perut bumi. Dari dalampatung tersebut air mancur yang pada malam hari didukung oleh pencahayaan yang sangat indah. Lokasi sangat cocok untuk bersantai bersama keluarga.


7. Hutan Lindung Sungai Wain

Hutang Lindung Sungai Wain merupakan salah satu hutan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai Hutan Lindung dengan luas areal 10.025 ha. Sungai Wain sepanjang 18.300 m dengan airnya yang jernih, di kiri kanannya terdapat deretan hutan bakau. Habitat binatang yang terdapat di Hutan Lindung Sungai Wain mulai dari ikan, kepiting, burung, kera, orang utan dan lain sebagainya. Pemanfaatan sungai ini juga sebagai sumber air bersih bagi Perumahan Pertamina dan Kilang Minyak yang ada di Kota Balikpapan.


8. Tugu Australia

Tugu yang terletak di Jl. Jend. Sudirman yang berdekatan dengan pantai Strand Banua Patra ini memiliki luas areal 725 m2 adalah sebuah tugu peringatan sebagai tanda kehormatan bagi Tentara Australia (pasukan Divisi VII Australia) yang gugur melawan Tentara Jepang. Tempat ini mudah dicapai dengan semua jenis kendaraan ataupun angkutan kota dengan nomor trayek 6 dan 3.


9. Pantai Manggar Segarasari

Pantai dengan luas 13.000 m2 dengan air laut yang jernih, riak gelombang yang kecil serta pasir yang putih, merupakan tempat yang nyaman bagi mereka yang ingin bermain, ber

layar maupun volley pantai. Tempat ini dibuka untuk umum

mulai pukul 06.00 - 18.00, dapat dicapai dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum nomor 7. Lokasi pantai ini berada di Kelurahan Manggardan Teritip dengan jarak 9 km dari Bandara Sepinggan atau 22 km dari pusat kota Balikpapan.



10. Pantai Melawai

Pantai yang teletak di Jl. Jend. Sudirman dekat dengan Pulau Tukung, tempat dimana para pedagang menjual berbagai macam masakan - minuman yang nikmat den

gan harga yang relatif murah. Pengunjung dapat duduk bersantai, bersantap diatas tikar sambil menikmati deburan ombak dan melihat kapal-kapal yang berlayar, lego jangkar maupun yang sedang menurunkan muatan di pelabuhan laut Semayang. Lokasi ini buka mulai pukul 17.00 - 20.30.



11. Taman Agro Wisata


Taman ini diresmikan pada tanggal 17 Desember 1997 oleh mantan Wakil Presiden RI Tri Sutrisno. Dengan areal seluas 100ha, terletak di Jl. Soekarno Hatta Km. 23. Di dalam taman ini pengunjung dapat menikmati jenis-jenis tanaman tropis. Disamping itu juga terdapat peristirahatan atau piknik dengan fasilitas antara lain : Rumah Panjang (Lamin) yang terbuka untuk berteduh dengan ornamen Dayak, tempat berkemah dengan pemandangan yang alami serta Play Ground. Tempat ini dibuka untuk umum setiap hari dan dapat dikunjungi dengan menggunakan kendaraan roda dua mapun roda empat, juga terdapat angkutan kota trayek No. 8 dengan tarif Rp. 2.500,-




12. Tugu Peringatan Jepang
Terletak di Kelurahan Lamaru ± 26 km dari pusat kota. Tugu ini dikelilingi oleh h
utan dan perkebunan yang indah. Monumen yang terbuat dari batu dengan tulisan Kanki. Didirikan sebagai tanda penghormatan kepada Tentara Jepang yang gugur dalam perang Dunia II. Wisatawan Jepang secara rutin mengunjungi tempat ini pada saat-saat tertentu untuk melakukan penghormatan dengan ritual keagamaan.

samarinda dan tenggarong



Museum Mulawarman

KutaiKartanegara
Salah satu obyek wisata bersejarah di kota Tenggarong yang saat ini masih menjadi primadona pariwisata Kutai Kartanegara adalah Museum Mulawarman. Setiap hari libur, bekas keraton atau istana Kesultanan Kutai Kartanegara ini tak pernah sepi dari kunjungan para wisatawan lokal maupun mancanegara.



Bangunannya yang megah dan didominasi warna putih menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk selalu menyempatkan diri berpose didepan keraton yang dirancang dengan gaya arsitektur kolonial ini. Bangunan ini sendiri dirancang oleh Estourgie dari Hollandsche Beton Maatschappij (HBM) yang dibangun pada tahun 1936 tepat pada masa pemerintahan Sultan Adji Mohamad Parikesit.


Begitu memasuki ruang pertama Museum, kita dapat melihat benda-benda bersejarah peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara seperti singgasana Sultan Kutai yang diapit dua arca Lembu Swana, sementara di latar belakangnya terdapat dua mozaik gambar Sultan Kutai Kartanegara ke-17 AM Soelaiman dan Sultan Kutai Kartanegara ke-18 AM Alimoeddin. Selain itu ada pula lukisan Sultan AM Parikesit, payung kebesaran Kesultanan serta tiga buah patung perunggu dari Eropa.

Masih banyak lagi koleksi benda-benda peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara yang dapat dilihat melalui Museum Mulawarman, misalnya lemari kristal yang didalamnya tersusun rapi seperangkat alat upacara Pangkon Perak, perhiasan, keris dan tombak, kursi santai yang biasa digunakan Sultan untuk beristirahat, ada pula rehal atau alas kitab suci Al Qur'an dan kursi yang terbuat dari tanduk rusa Siberia dan tanduk rusa lokal yang biasa digunakan keluarga Sultan untuk mengaji.

Koleksi benda-benda bersejarah seperti arca dan prasasti yang dapat dilihat di Museum Mulawarman


Memasuki bagian dalam Museum, koleksi yang disajikan makin beragam. Ada benda-benda arkeologi berupa prasasti dan arca-arca peninggalan kerajaan Hindu tertua di Indonesia yakni Kerajaan Kutai Martadipura yang terkenal dengan rajanya Mulawarman. Selain itu, ada pula koleksi hasil tenunan dari suku Dayak Benuaq yang dikenal dengan nama ulap doyo lengkap dengan alat tenun tradisionalnya. Ada pula koleksi ukiran-ukiran khas dari suku Dayak Kenyah, Benuaq, Busang, Modang, Punan dan etnis Dayak lainnya.

Sementara pada ruang bagian belakang, kita dapat menyaksikan minirama mengenai lahirnya Aji Batara Agung Dewa Sakti yang kemudian menjadi raja Kutai Kartanegara pertama, lahirnya Puteri Karang Melenu yang kemudian menjadi permaisuri raja Kutai Kartanegara pertama, ada pula minirama pertambangan batubara, industri kayu, tanaman khas Kalimantan, Pesut Mahakam dan masih banyak lagi.

Kompleks makam raja dan kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara yang terletak disamping Museum Mulawarman


Selain itu, terdapat pula koleksi uang kuno yang pernah beredar pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Jepang hingga Indonesia merdeka. Sebelum keluar dari Museum Mulawarman, pengunjung terlebih dahulu melewati ruang bawah tanah yang menyajikan koleksi ratusan keramik kuno buatan Cina, Thailand, Vietnam, Jepang, Eropa dan masih banyak lagi.

Sajian koleksi Museum Mulawarman ditutup dengan benda-benda koleksi nusantara seperti pakaian adat tiap provinsi di Indonesia, miniatur candi Borobudur dan Prambanan, tenunan dari daerah Sumatera, senjata tradisional serta alat musik tradisional.

Begitu keluar dari Museum Mulawarman, pandangan kita akan tertuju pada sebuah bangunan kayu yang tak lain adalah kompleks makam Sultan dan para kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara. Disinilah dapat dijumpai makam pendiri kota Tenggarong Aji Imbut gelar Sultan AM Muslihuddin, makam Sultan AM Sulaiman dan Sultan AM Parikesit.

Bagi pengunjung yang ingin melepas lelah, di kompleks Museum Mulawarman juga terdapat warung-warung yang menyajikan aneka makanan dan minuman. Tak hanya itu, kios-kios cenderamata juga tersedia bagi para wisatawan yang ingin membawa pulang kenang-kenangan khas Kalimantan Timur. (win)

Pampang, Desa Budaya Dayak Kaltim


Jika ke Kalimantan Timur khususnya Samarinda, sebaiknya mengunjungi tempat yang satu ini, yaitu Desa Pampang di Samarinda. Di desa ini kita dapat melihat kebudayaan salah satu suku Dayak yang dipertunjukkan khusus untuk wisatawan.Di sana pengunjung dapat melihat pertunjukkan budaya suku Dayak dan tari-tarian kurang lebih sekitar 2 jam yang dilangsungkan di rumah adat.Di samping itu, juga dapat melihat secara langsung kehidupan masyarakat Dayak. Setelah menonton pertunjukan, pengunjung juga bisa berfoto dengan penari ataupun dengan orang Dayak yang berkuping panjang. Sekali foto, anda harus merogoh kocek sebesar Rp.25.000. Atau kalau mau menyewa pakaian adat untuk berfoto sendiri, hanya membayar Rp.15.000,-. Setelah puas berfoto, kita dapat berkeliling di dalam rumah adat dan mencari souvenir yang anda dapat bawa pulang. Ada gantungan kunci dengan hiasan taring beruang, harimau dan babi hutan. Ada juga tenunan khas dayak dan sebagainya.

Puas mengunjungi desa adat, sebaiknya mampir di Kebun Raya Samarinda, sebelum balik ke Samarinda. Di sana, terdapat flora dan fauna khas Kaltim yang unik. Dari Samarinda, jangan lupa mampir dulu ke museum Kutai Kertanagera, museum kayu yang berisi fosil-fosil kayu yang membatu, buaya besar pemangsa manusia yang sudah diawetkan.

Perjalanan juga lengkap di Tenggarong jika belum mengunjungi pulau Kumala. Pulau ini berasal dari delta sungai Mahakam dan terletak di tengah sungai Mahakam. Untuk ke Pulau Kumala dapat naik perahu kecil dengan biaya Rp.3000,-/orang/penyeberangan. Jangan takut walau perahu kecil, jacket penyelamatnya lengkap. Ticket masuk ke Pulau Kumala Rp. 2500,-/orang. Disini, kita dapat bersantai ria dengan keluarga dengan aneka permainan yang menarik, ada gokart, ada kereta gantung, ada tower dan sebagainya.

Untuk berkunjung kesana, harus melalui Balikpapan, sebagai kota transit sebelum menuju Samarinda (ibukota propinsi Kaltim). Dari Balikpapan anda menuju ke Samarinda dengan beberapa pilihan, yaitu dengan bus (ongkos sekitar Rp.17.500 bis AC) atau dengan menyewa mobil pribadi sekitar Rp.250.000 - Rp.300.000 / hari, atau menyewa taxi pulang-pergi sekitar Rp.200.000,-.

Kalau naik bus dari Samarinda, perjalanan ke desa Pampang (ke arah Bontang) dilanjutkan dengan angkot atau ojek dengan biaya sekitar Rp.20.000,-. Seluruh perjalanan wisata itu dapat dinikmati dalam satu hari saja kok. Sayangnya, kegiatan budaya di desa Pampang hanya berlangsung hari Minggu dimulai sekitar jam 13.00 siang. Dan, tidak boleh terlambat sebab pertunjukkan budayanya hanya satu kali.

Saran saya, sebaiknya ke Tenggarong dulu pagi-pagi dan siangnya ke desa Pampang. Bagaimana ? Ingin berwisata ke Samarinda ?

Sumber: Forum/blog