Tampilkan postingan dengan label flora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label flora. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2009

tumbuhan obat_obatan

Kemuning


Nama Ilmiah

Murraya paniculata Jacq.

Nama Daerah

Melayu: Kemuning
Minangkabau: Kemunieng
Sunda: Kamuning
Jawa: Tengah Kemuning
Madura: Kamoneng
Bali: Kemuning
Bima: Kemuni
Sumba: Kemuning
Roti: Sukik
Manado: Kamuning
Bare: Kamoni
Makasar: Kamuning
Bugis: Palopo
Wetar: Eschi
Aru: Fanasa
Ambon: Kamoni
Ulias: Kamoni
Buru: Kamone

Botani

Sinonim: Murraya exotica

Klasifikasi

Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Bangsa: Geraniales
Suku: Rutaceae
Marga: Murraya
Jenis: Murraya paniculata Jacq.

Ciri-ciri

Habitus: Pohon, tinggi 3-7 m.
Batang: Berkayu, beralur, percabangan monopodial, coklat kotor.
Daun: Majemuk, anak daun empat sampai tujuh, permukaan licin, bentuk corong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, hijau.
Bunga: Majemuk, bentuk tandan, kelopak 2-25 mm, benang sari bentuk jarum, putih, putik satu, mahkota panjang 6-27 mm, lebar 4-10 mm, putih.
Buah: Buni, jorong, diameter ± 1 cm, masih muda hijau selelah tua merah.
Biji: Kecil, lanset, putih.
Akar: Tunggang, kuning keputih-putihan.

Kandungan Kimia

Daun dan batang kemuning mengandung saponin dan flavonoida, di samping itu daunnya juga mengandung tanin, selain minyak atsiri.

Khasiat

Daun kemuning berkhasiat sebagai penghalus kulit dan obat haid tidak teratur, kulit batangnya berkhasiat sebagai obat sakit gigi.

Untuk penghalus kulit dipakai + 30 gram daun segar kemuning, dicuci, ditumbuk sampai lumat, ditambah 1 gelas air di lulurkan pada kulit sebelum tidur.


Di ambil dari berbagai Forum/blog

Rabu, 02 September 2009

tumbuhan obat_obatan

kembang bugang



Nama Ilmiah

Clerodendrum calamitosum L

Nama Daerah

Melayu: Kayu gambir
Sunda Kembang bugang
Jawa Tengah: Kembang bugang

Klasifikasi

Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Bangsa: Solanales
Suku: Verbenaceae
Marga: Clerodendron
Jenis: Clerodendrum calamitosum L

Ciri-ciri

Habitus: Semak, tegak, tinggi 0,5-1 m.
Batang: Berkayu, bercabang, diameter ± 1 cm, putih kehijauan.
Daun: Tunggal, silang berhadapan, bulat telur, tepi bergerigi, ujung dan pangkal meruncing, panjang 4-9 cm, lebar 1,5-4 cm, pertulangan menyirip, hijau.
Bunga: Majemuk, bentuk malai, di ketiak daun, putih, kelopak bertaju lima, runcing panjang x 1,3 cm, ungu, mahkota bertaju lima, bulat telur, berambut, putih, benang sari lima, panjang ± 2,5 cm, tangkai sari putih kekuningan, tangkai putik putih, ungu.
Buah: Batu, bulat, pipih, hitam mengkilat.
Biji: Keras, kecil, hitam.
Akar: Tunggang, coklat kekuningan.

Kandungan Kimia

Daun dan akar kembang bugang mengandung saponin dan flavonoida. Di samping itu daun juga mengandung polifenol dan akarnya juga mengandung alkaloida.

Khasiat

Daun kembang bugang berkhasiat sebagai obat demam, obat mencret, obat wasir, obat kencing nanah, obat bisul dan pelega perut.

Untuk obat demam dipakai ± 10 gram daun segar kembang bugang, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.



Di ambil dari berbagai Forum/blog

Kamis, 27 Agustus 2009

tiga pulau terluar di sumbar dijual keasing

Sedikitnya tiga pulau terluar di Sumatera Barat terdaftar di situs www.pribateislandsonline.com, sebagai pulau yang akan dijual. Ketiga pulau yang diberi label “for sale” ini adalah Pulau Siloinak, Makaroni, dan Kandui.
Pulau-pulau ini masuk dalam gugus wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Pada situs yang beralamat di Kanada tersebut Pulau Siloinak ditawarkan seharga US$ 1,6 juta, Pulau Macaroni US$ 4 juta, dan Kandui US$ 8 juta. Dengan pantai yang berpasir putih dan ombak yang menggulung-gulung, ketiga pulau ini merupakan surga bagi pencinta surving kelas dunia.

Meski demikian, Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi menyatakan tidak pernah mengeluarkan izin penjualan. “Bagaimana bisa menjualnya, saya saja tidak pernah mengizinkan,” kata Gamawan, Rabu, 26 Agustus 2009.

Dari informasi yang dihimpun Pemda Sumbar dari dari pejabat Kabupaten Mentawai, hanya Pulau Siloinak yang pernah ditawarkan untuk dijual. Toh demikian, kata Gamawan lagi, prosesnya “tidak akan semudah itu, karena banyak aturan yang harus dilalui.”

Salah satunya adalah Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 20 Tahun 2008 tentang pemanfaatan pulau kecil dan perairan sekitarnya. Di situ dijelaskan, setiap penjualan pulau harus memperoleh izin tertulis dari bupati dan gubernur setempat.

Dijelaskan Gamawan, pengelola Pulau Kandui dan Pulau Macaroni hanya akan menjual resor yang ada di sana, bukan pulaunya.

Adapun menyangkut Pulau Siloinak–luasnya sekitar 24 hektare–penjualan pulau ini terkait dengan sengketa pengelolaan resor antara masyarakat Siberut dengan mitra mereka, investor asal Prancis. Gara-gara ini wakil masyarakat Siberut berinisial ‘R’ menjual pulau tersebut lewat internet.

Gamawan enteng saja menyikapinya. “Secara hukum saya tidak pernah mengizinkan penjualan pulau itu, jadi pembelinya nanti akan rugi sendiri.”

Masih berminat?Vivanews




Jumat, 24 Juli 2009

40 Taman Terindah di Amrik

40. Cuyahoga Valley National Park in Brecksville, Ohio



39. Cape Cod National Seashore in Wellfleet, Massachusetts


38. Mount Rushmore National Memorial in Keystone, South Dakota


37. North Cascades National Park in Sedro-Woolley, Washington


36. Shenandoah National Park in Luray, Virginia



35. Jean Lafitte National Historic Park and Preserve in Thibodaux, Louisiana



34. Acadia National Park in Acadia National Park, Maine



33. Indiana Dunes National Lakeshore in Porter, Indiana



32. Double Trouble State Park in Bayville, New Jersey



31. Great Basin National Park in Baker, Nevada



30. Niobrara National Scenic River in Valentine, Nebraska




29. Cumberland Island in St. Marys, Georgia




28. Weir Farm in Wilton, Connecticut



27. Mammoth Cave National Park in Mammoth Cave, Kentucky



26. Isle Royale National Park Travel in Houghton, Michigan



25. Rocky Mountain National Park in Estes, Colorado



24. Minto-Brown Island Park in Salem, Oregon



23. Horseshoe Bend in Page, Arizona



22. Hot Springs National Park in Hot Springs, Arkansas



21. Carson National Forest in Penasco, New Mexico



Jumat, 26 Juni 2009

Pohon Kelapa Bercabang Sembilan

Tidak pernah menduga jika bibit yang ditanam 50 tahun lalu itu akan tumbuh aneh. Pohon kelapa bercabang 9 di Ponpes Al Barnawi ini diyakini sebagai isyarat untuk mengikuti jejak Wali Songo.
http://www.suaramerdeka.com/beta1/news/images/48302bb938d28.jpg

Pengasuh Pondok Al-Barnawi Desa Kebonharjo, Kecamatan Jatirogo, Kiai Fatkurahman menyatakan bahwa pohon kelapa itu diperolehnya dari salah satu kiai di Jepara, Jawa Tengah.

“Bibitnya sebenarnya normal seperti pohon lainnya. Namun saat tumbuh muncul cabang. Makanya sampai saat ini kita rawat dengan baik,” katanya saat ditemui detiksurabaya.com di pondok, Jumat (5/6/2009).

Cabang sejumlah 9 tersebut dianggap Kiai Fatkurahman sebagai isyarat. “Jumlah cabangnya itu isyarat jika kami harus mengikuti jejak Wali Songo dalam mengembangkan Islam di tanah Jawa,” terangnya..
http://akusuka.files.wordpress.com/2007/11/special-coconut-tree-thumb.png

Dia katakan, buah kelapa dari pohon tersebut juga sering dijadikan obat bagi mereka yang terserang penyakit akibat dirasuki makhluk halus atau terkena guna-guna. Untuk kepentingan pondok pula, buahnya dijual kepada umum dengan harga Rp 50.000 per biji.

Pohon kelapa aneh ini kini dijaga santri pondok secara bergiliran agar tidak dirusak atau dicuri orang. Penjagaan ini karena ada rumor yang menyatakan jika mampu mencuri buahnya maka akan bisa dijadikan untuk pelaris usaha.

“Ada sebagian orang yang yakin, jika berhasil mencuri buah kelapa yang sudah tua bisa dipakai tumbal. Kabarnya untuk kelancaran usaha,” kata Sukirno, warga sekitar pondok saat ditemui.

Sumber:http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2009/06/pohon-kelapa-bercabang-sembilan.html

Rabu, 17 Juni 2009

DUNIA FLORA - FLORA INDONESIA UNTUK DUNIA

aglaonema
Duniaflora.com dikembangkan untuk memfasilitasi beragamnya dunia tanaman hias - flora di Indonesia. Serta semakin meningkatnya aktivitas seputar pengembangan dunia flora di tanah air. Baik yang bersifat hobi tanaman hias, buah, obat dan beraneka ragam jenis lainnya, sampai pada berkembangnya bisnis tanaman hias sebagai industri di tanah air. Kesemuanya itu baik yang bertujuan untuk mensupply kebutuhan di dalam negeri, ataupun eksport ke manca negara.

Kita akui dari sisi industri tanaman hias, negara kita masih tertinggal jauh dari negara-negara tetangga, baik dari segi pengelolaan industri tanaman hiasnya, pengembangan produk, kiat-kiat pemasaran dan penciptaan pasar, sampai lemahnya dukungan pemerintah terhadap perkembangan dunia flora di Indonesia. Padahal dewasa ini Dunia Flora berkontribusi besar didalam menggerakkan sektor real dan penciptaan lapangan pekerjaan yang padat karya. Disamping letak Indonesia di khatulistiwa, yang sangat memungkinkan untuk menjadi satu-satunya pemasok Industri Flora Dunia setiap waktu, tanpa mengenal keterbatasan musim.

Diharapkan dengan semakin meningkatnya minat masyarakat kita terhadap tanaman hias, menggeliatnya bisnis industri tanaman hias dan pemanfaatan teknologi didalam pengembangan dunia flora kita, kedepan Indonesia dapat menjadi Negara Industri Flora Dunia, sesuai moto DUNIAFLORA.COM - "FLORA INDONESIA UNTUK DUNIA" dapat menjadi kenyataan.

Sumber:Dunia flora

RAGAM SANSEVIERIA

A.Asal Keragaman Sansevieria
Pada penamaan sansevieria biasanya dicantumkan nama species, kemudian diikuti dengan nama varietas atau kultivarnya. Nama varietas atau varian ditulis dengan menyertakan tulisan "var.", sedangkan kutivar biasanya ditulis dalam tanda petik ('... '). Nama kultivar bisa berasal dari nama daerah, julukan tertentu, atau berdasarkan nama orang yang berhasil menghasilkan kultivar tersebut. Misalnya, Sansevieria trifasciata 'lorentii'.

Sansevieria trifasciata 'lorentii' --> genus --> Spesies --> Kultivar

Hingga saat ini, sedikitnya telah ditemukan sekitar 60 spesies sansevieria dengan 800 varietas dan kultivar. Kultivar sansevieria bisa terbentuk secara alami maupun dengan rekayasa manusia. Jumlah kultivar yang ada hingga saat ini akan terus bertambah mengingat semakin banyak dilakukannya proses hibridasi dan mutasi. Tidak mustahil pula sudah ditemukan lagi spoesies baru di alam

a.
Hibridisasi merupakan proses perkawinan silang antar kultivar atau subspesies, antar spesies, antargenus, atau anatarfamili. Keturunan yang dihasilkan disebut hybrid atau hibrida. Sifat hibrida berbeda dengan tanaman induk, bahkan bisa menjadi spesies atau kultivar baru. Hibridisasi bisa terjadi secara alami maupun buatan. Hibridisasi alami bisa terjadi denagn bantuan angin atau serangga. Sementara itu, hibridisasi buatan dilakukan oleh para breeder atau pemulia tanaman.
b.

Mutasi Sansevieria sangat mudah mengalami mutasi. Pasalnya, tanaman ini memiliki gen yang tidak stabil. Terutama pada sansevieria trifasciata. Pada sansevieria, mutasi sering disebut dengan 'chimera'. Perubahan yang terjadi menyangkut warna daun, corak warna daun, atau bnetuk daun. Anakan tanaman yang mengalami mutasi, sama halnya dengan hibrida, bisa menjadi kultivar atau spesies baru. Mutasi pada sansevieria bisa bersifat sementara, bisa juga permanen.


1. Mutasi Sementara
Tanaman yang mengalami mutasi sementara akan kembali seperti asalnya jika mendapat perlakuan tertentu. Mutasi ini diantaranya disebabkan oleh beberapa hal berikut.

-
Perbanyakan sansevieria melalui stek daun.
contohnya, hasil stek daun sansevieria 'hahnii' bisa jadi sansevieria 'golden 'hahnii'. Namun, setek daun 'sansevieria golden 'hahnii' akan menjadi sansevieria 'hahnii' kembali.
-
Perubahan perlakuan pearawatan.
Misalnya, pemberian pupuk organik cair secara berlebihan dapat menyebabkan perubahan bentuk daun sementara. Setalah pemberain pupuk dihentikan, sansevieria tersebut akan kembali ke bentuk semula.

Jangan Pisahkan Anakan Albino dari Induknya

Pada beberapa kasus, tanaman yang bermutasi akan menghasilkan tunas anakan yang seluruh daunnya berwarna kuning atau keputih-putihan. Sansevieria seperti ini tentu sangat menarik. Namun, ada hal penting yang harus diperhatikan ketika menemukan anakan yang sama sekali tidak memiliki hijau daun seperti ini. Anakan ini tidak boleh dipisahkan dari induknya. Pasalnya, anakan albino ini tidak bisa berfotosintesis sendiri dan hanya mengandalkan kehidupan dari induknya. Jika dipisahkan, dalam waktu 1-2 bulan dipastikan tanaman akan mati. Peringatan ini juga penting untuk Anda yang akan membeli sansevieria. Jangan sampai Anda membeli sansevieria albino tanpa induknya, karena dipastikan tidak akan bertahan lama.

2. Mutasi Permanen
Dampak perubahan pada sansevieria yang mengalami mutasi permanen bersifat tetap. Mutasi permanen diantaranya dapat diupayakan dengan perlakuan berikut.

-
Penyinaran dengan sinar ultarviolet, sinar X, atau sinar gamma.Penyinaran ini dilakukan untuk mengubah susunan kromosom dalam gen tanaman. Misalnya dengan cara memotong rantai kromosom, menambah komponen kromosom, atau mengurangi komponen kromosom. Ketika susunan kromosom tanaman berubah, maka selsecara keseluruhan akan berubah. Perubahan ini diturunkan kepada anakan yang dihasilkan dari pemisahan rimpang, setek pucuk, atau setek rimpang. Namun, mutasi ini tidak dijamin diturunkan kepada anakan yang berasal dari hasil setek daun atau persilangan.
-
Pemberian kolkisin(colchicines).
Kolkisin merupakan hasil ekstrasi dari umbi dan biji tanaman autumncrocus (colchicum autmnale) yang berasal dari Eropa. Senyawa bsa denagn rumus kimia C22H25O6N ini merupakan senyawa alkoid yang mudah larut dalam air. Kolkisin bekerja dengan cara mencegah pembelahan kromosom saat terjadi pembelahan sel. Dengan demikian, jumlah kromosom dalam sel menjadi berlipat. Pada sansevieria, ada beberapa teknik pemberian kolkisin yang sering dilakukan. Di antaranya, dengan menyemprot ke titik tumbuh secara berulang, merendam biji, atau merendam daun yang akan disetek denagn konsentarasi yang berbeda-beda. Namun perlu diingat, penggunaan kolkisin harus dilakukan secara hati-hati, karena berbahaya jika mengenai tangan kita.

Sumber:Dunia flora

MENGENAL SANSEVIERIA

Pada zaman dahulu, orang memanfatkan daun sansevieria sebagai penghasil serat, yakni untuk membuat tali anyaman, jangkar kapal dan kain. Namun sejak awal abad ke-19, sansevieria dianggap sebagai komoditas tanaman hias yang penting di dunia. Bentuk dan corak daunnya yang indah dan sangat beragam ternyata mampu memikat hati para penggemar tanaman hias.

Sansevieria adalah tumbuhan yang tumbuh menahun (perennial). Meskipun bukan tanaman asli Indonesia, sansevieria ini telah ada sejak puluhan tahun lalu. Pada awalnya, sansevieria yang dikenal secara luas adalah jenis 'ceylon bowstring hemp' (sansevieria trifasciata 'lorentii mein liebling'), yang banyak menghasilkan serat rami. Mengingat kualitas serat yang baik, maka tumbuhan ini dibudidayakan.

Saat ini sansevieria telah berkembang menjadi komoditas yanng sangat penting dalam bisnis tanaman hias dunia. Sejak abad ke-19, sekitar tahun 1920-an tanamn sansevieria sudah menjadi komoditas dagang di Amerika, terutama di Florida. Di sana sansevieria populer sabagai indoor plant. Sekitar 1930-an, demam sansevieria mewabah ke benua Eropa.

A. Klasifikasi Tanaman

Sansevieria mempunyai banyak nama. "Lidah mertua (mother-in law tongue)" merupakan julukan yang kerap diberikan pada tanaman tak berdahan ini. Ada juga yang menamainya "tanaman pedang-pedangan" karena bentuk daunnya yang runcing menyerupai pedang. Beberapa yang lain menyebutnya "tanaman ular" (snake plant) karena pada beberapa jenis coraknya menyerupai sisik ular.

Para ahli biologi menjuluki tanaman sansevieria sebagai tanaman perintis karena mampu hidup di tempat yang tidak bisa di tumbuhi tanamn lain. Julukan-julukan lainnya adalah "century plant", "lucky plant", "the devil luck", "judas sward", dan "african's devil". Nama "sansevieria merupakan bahasa latin untuk genus yang terdiri dari beragam spesies.

Dalam ilmu taksonomi yang membagi makhluk hidup ke dalam lima kerajaan (Kingdom), tanaman sansevieria diklasifikasikan ke dalam famili Agavaceae (century plant) yang umumnya mempunyai daun berdaging tebal dan banyak mengandung air.

Klasifikasi sansevieria secara lengkap sebagai berikut.

Level Hirarki
Latin
Indonesia
Kingdom
Plantae
Tumbuhan
Subkingdom
Tracheobionta
Tumbuhan berpembuluh
Superdivisi
Sprematophyta
Tumbuhan berbiji
Divisi
Magnoliopyhta
Tumbuhan berbunga
Kelas
Liliopsida
Monokotil (berbiji tunggal)
Subkelas
Liliidae
-
Ordo
Liliales
-
Famili
Agavaceae
-
Genus
Sansevieria Thunb.
Sansevieria
Spesies
Misa,Sansevieria trifasciata, Sansevieria cylindrica, dan Sansevieria kirkii
-

B. Mengenal Bagian-bagian Tanamn Sansevieria

a. Akar

Lazimnya tumbuhan berbiji tunggal (monokotil), akar sansevieria berbentuk serabut. Akar berwarna putih ini tumbuh dari bagian pangkal daun dan menyebar ke segala arah di dalam tanah

b. Rimpang (Rhizoma)

Selain terdapat akar juga terdapat organ yang menyerupai batang, orang menyebut organ ini sebagai rimpang atau rhizoma yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sari-sari makanan hasil fotosintesis. Rimpang juga berperan dalam perkembang biakan.Rimpang menjalar di bawah dan kadang-kadang di atas permukaan tanah. Ujung organ ini merupakan jaringan meristem yang selalu tumbuh memanjang.

c. Daun

Tanaman sansevieria mudah dikenal dari daunnya yang tebal dan banyak mengandung air (fleshy dan succulent) sehingga dengan struktur daun seperti ini membuat sansevieria tahan terhadap kekeringan. Pasalnya, proses penguapan air dan laju transpirasi dapat ditekan. Daun tumbuh di sekeliling batang semu di atas permukaan tanah. Bentuk daun penjang dan meruncing pada bagian ujungnya. Tulang daun sejajar. Pada beberapa jenis terdapat duri.

d. Bunga

Bunga sansevieria terdapat dalam malai yang tumbuh tegak dari pangkal batang. Bunga sansevieria termasuk bunga berumah dua, putik dan serbuk sari tidak berada dalam satu kuntum bunga. Bunga yang memiliki putik disebut bunga betina, sedangkan yang memiliki serbuk sari disebut bunga jantan. Bunga ini mengeluarkan aroma wangi, terutama pada malam hari.

e. Biji

Biji dihasilkan dari pembuahan serbuk sari pada kepala putik. Biji memilki peran penting dalam perkembangbiakan tanaman. Biji sansevieria berkeping tunggal seperti tumbuhan monokotil lainnya. Bagian paling luar dari biji berupa kulit tebal yang berfungsi sebagai lapisan pelindung. Di sebalah dalm kulit terdapat embrio yang merupakan bakal calon tanaman.

C. Lingkungan Tumbuh Sansevieria

a. Suhu Lingkungan

Di habitat aslinya, sansevieria terbiasa dengan perbedaan suhu yang ekstrem. Pada siang hari suhunya sangat tinggi, bisa mencapai 55?C. Sebaliknya pada malam hari suhu turun hingga di bawah 10?C. Suhu optimum untuk pertumbuhan tanaman ini adalah 24-29?C pada siang hari dan 18-21?C pada malam hari.

Suhu udara sangat erat kaitannya dengan laju penguapan dari jaringan tumbuhan ke udara. Semakin tinggi suhu udara, maka laju transpirasi akan semakin tinggi. Jika suhu berada di bawah batas toleransi, kegiatan metabolisme tumbuhan akan terganggu atau malah terhenti.

b. Curah Hujan dan Kelembapan Udara

Daerah gurun yang merupakan asal sansevieria umumnya curah hujan rendah dengan jumlah bulan hujan sangat singkat. Curah hujan biasanya tidak lebih dari 250mm/tahun. Ditambah dengan suhu siang hari yang sangat panas menyebabkan daerah ini sangat kering. Pasalnya, penguapan lebih tinggi daripada curah hujan. Hal inilah yang menyebabkan tanaman ini tahan hidup di lingkungan dengan kelembapan yang sangat rendah.

c. Cahaya

Semua tumbuhan hijau membutuhkan cahaya matahari untuk mensintesis makanan. Sansevieria membutuhkan cahaya matahari yang cukup (1.000-10.000 fc) untuk menjamin pertumbuhan yang baik. Meskipun di habitat aslinya tumbuhan ini hidup dengan cahaya matahari yang berlimpah, sansevieria mempunyai toleransi yang tinggi terhadap lingkungan yang kekurangan cahaya. Tanaman ini akan melambat pertumbuhannya jika diletakkan di ruangan dengan pencahayaan kurang dari 15fc.

Ada dua jenis sansevieria berdasarkan kebutuhannya terhadap cahaya matahari. Pertama, jenis sansevieria yang membutuhkan cahaya matahari penuh atau full sun. Misalanya, Sansevieria cylindrica, Sansevieria liberica, Sansevieria trifaciata. Kedua, jenis sansevieria yang menghendaki cahaya matahari yang tidak langsung atau tipe shade. Tanaman ini tumbuh baik di tempat yang ternaungi. Sansevieria yang masuk dalam katagori ini umumnya berdaun kuning, misalnya Sansevieria hyacinthoides dan jenis 'hahnii'.

d. Kondisi Tanah

Tanah gunrun sangat porus. Butirannya banyak mengandung pori-pori udara dan mudah sekali meloloskan air. Umumnya, tanah di lingkungan tersebut didominasi oleh tanah pasir dengan campuran jenis lain. Oleh karena itu, akar tanaman sansevieria sangat membutuhkan tanah yang tidak terlalu lembab dan beraerasi baik.

D. Kegunaan Sansevieria

a. Bahan Serat

Salah satu nama yang diberikan kepada sansevieria adalah "bowstringhemp" yang berarti serat yang digunakan untuk mengikat. Hal ini beralasan, karena daun tumbuhan ini dahulunya sering dijadikan sebagai pengikat. Serat daunnya panjang, mengkilap, kuat, elastistis dan tidak merapuh meskipun terkena air. Karena keunggulan sifat-sifat serat daun sansevieria digunakan sebagai bahan baku pakaian. Beberapa negara seperti Cina, dan Selandia Baru membudidayakan sansevieria sebagai bahan baku serat pada industri tekstil. Jenis yang biasa ditanam untuk keperluan ini di antaranya Sansevieria cylindrica 'aethiopica', Sansevieria kirkii 'perinii', Sansevieria trifasciata 'lorentii mein liebling', dan Sansevieria zeylanica.

b. Obat Tradisional

Di daerah Afrika, sansevieria telah lama digunakan oleh penduduk lokal sebagai penghalau racun akibat gigitan ular dan serangga. Di beberapa daerah Asia, getah tumbuhan ini digunakan sebagai cairan antiseptik dan daunnya digunakan untuk membalut luka pada tindakan P3K.

Bagi penderita diabetes, daun tanaman ini bisa menjadi obat alternatif. Jenis yang digunakan adalah Sansevieria trifasciata 'lorenttii'. Cara penggunaaanya, beberapa lembar daun dipotong-potong dan direbus dengan tiga gelas air hingga mendidih dan tersisa satu gelas. Sisa air ini kemudian diminum kepada penderita. Dengan cara yang sama, ramuan ini juga sering digunakan oleh penderita ambeien.

c. Antipolusi

Di dalam tiap helai daun sansevieria terdapat senyawa aktif pregnane glykoside, yaitu zat yang mampu menguraikan zat beracun menjadi senyawa asam organik, gula, dan beberapa senyawa asam amino. Beberapa senyawa beracun yang bisa diuraikan oleh tanaman ini diantaranya kloroform, benzen, xilen, formaldehid, dan triklorotilen. Kloroform adalah senyawa beracun yang menyerang sistem saraf manusia, jantung, hati, paru-paru, dan ginjal, melalui sistem pernafasan dan sirkulasi darah.

Kemampuan sansevieria untuk meymenyerap racun membuatnya akrab dalam penghijauan lingkungan. Di jalur hijau, tanaman ini dimanfaatkan untuk menyerap racun asap buangan kendaraan dari knalpot. Sementara itu sebagai tanaman hias indoor, sansevieria bisa menangani sick building syndrome, yaitu keadaan ruangan yang tidak sehat akibat tingginya konsentrasi gas karbondioksida, zat nikotin dari asap rokok, dan penggunaaanAC dalam ruangan. Satu tanaman sansevieria trifasciata 'lorentii' dewasa berdaun 4-5 helai dapat menyegarkan kembali udara dalam ruangan seluas 20m2.

Dengan kemampuan ini pula, ibu rumah tangga yang sering beraktivitas di dapur bisa memetik manfaat dari tanaman sansevieria. Peletakan sansevieria di dapur dapat menyegarkan udara dengan menyerap gas karbondioksida dan monoksida sisa pembakaran dari kompor.

Sumber:Dunia flora

Rabu, 03 Juni 2009

uniknya semangka hiasa

Buah semangka memang rasanya segar, manis, dan penampilan serta warnanya memang menarik. Apalagi di musim cuaca terik panas, semangka adalah buang yang paling dicari di toko-toko buah. Lebih menariknya lagi jika buah-buah semangka ini dibuat sedemikian rupa menjadi lebih cantik dengan bentuk-bentuk yang unik. Nyam, nyam...




gambar via: francesco 6903

Keahlian dan kesabaran yang luar biasa dibutuhkan untuk mengukir semangka menjadi seperti ini. Lihat saja semangka yang disulap menjadi bunga mawar ini.

Gambar via: sarahkim

Kalau biasanya bunga berubah menjadi buah, tapi ini buah yang disulap jadi bunga. Lihat mekarnya...

Gambar via: thomaswanhoff

Bosan sama bunga, gimana kalo yang kayak lumba-lumba...

Gambar via: Gewel Maker

Yang ini buat kekasih di hari Valentine.

Gambar via: Makezine

Yang ini bener-bener kayak lukisan maestro...

Gambar via: Makezine

Yang ini kayak topeng Bali bukan sih?

Gambar via: NYNerd

HAAAAAAAAAHHH...!!!

Gambar via: boingboing

Di Indonesia yang kayak gini biasanya catering-catering yang melayani acara pernikahan juga sudah biasa, cuma ya nggak serumit kayak gitu. Malah jadinya sayang buat dimakan. Duh, haus...

sumber:http://aneh-tapi-nyata.blogspot.com/2009/03/semangka-unik-untuk-hiasan.html